By:john tierney,new York times,2008
Bila anda sedang bingung dengan pilihan-lebih suka mobil warna apa,pria mana yang akan di nikahi,karir apa yang akan di pilh dll,tanyakan pada diri anda sendiri:apa yang akan di lakukan xiang yu bila ada dalam posisi anda?
xiang yu adalah seorang jenderal china pada abad ke-3 SM,ia membawa pasukanya menyebrangi sungai yangtze,masuk ke wilayah musuh lalu merusak periuk memasak dan membakar kapal pasukanya sendiri.ia mengatakan bahwa tindakanya adalah agar pasukanya fokus untuk terus maju.ini strategi motivasi yang tidak di hargai oleh anggota pasukan karena pilihan mereka untuk mundur di lalap api,tetapi xiang di puji,baik di medan perang maupun di rapat bisnis.kisahnya di ceritakan sampai ratusan tahun kemudian.
Ia adalah panutan dalam buku Dan Ariely,”predictably irrational”yang mengupas kelemahan umum manusia,yaitu kecenderungan untuk mempertahankan banyak pilihan.xiang adalah pengecualian,seorang pahlawan yang berhasil dengan sikap rasional tetapi tidak terprediksi.banyak orang tidak dapat mengambil pilihan yang menyakitkan,bahkan para mahasiswa di perguruan tinggi yang penuh rasionalitas seperti massachusetts institute of technology.dalam beberapa eksperimen,ratusan mahasiswa tidak dapat melepaskan pilihan yang ada,meskipun sudah jelas bahwa mempertahankan pilihan tersebut adalah strategi yang bodoh.
dalam dunia nyata,kita selalu mengatakan pada diri kitaa sendiri bahwa memelihara semua pilihan adalah langkah yang baik.anda nyaris tidak akan pernah menggunakan kamera pada ponsel,tetapi anda terus membujuk diri anda untuk membayar fitur ekstra tersebut.anda merasa tidak punya kecocokan dengan seorang yang terus menelepon,tetapi anda tidak mampu mengakhiri hubungan tersebut.anak anda kelelahan setelah les bahasa mandarin dan les balet,tetapi anda terus mamaksa untuk les piano.siapa tahu suatu hari dia menjadi pemain piano handal? itulah alasan yang sering muncul.
Dalam eksperimen MIT,para mahasiswa memainkan game komputer berhadiah uang tunai dengan cara membuka salah satu dari tiga pintu dengan klik pada pintu.tiap klik akan menghasilkan uang,dengan jumlah yang bervariasi setiap waktu.tiap pemain di perbolehkan mengklik 100 kali,pemain boleh berpindah pintu,tetapi tiap kali berpindah akan kehilangan satu kali kesempatan klik membuka pintu.strategi terbaik adalah dengan mengetuk salah satu pintu dengan jumlah uang tertinggi.bila salah satu pintu tidak di klik,pintu itu akan menyusut dan menghilang.mereka seharusnya mengabaikan pintu-pintu yang menghilang,tetapi para mahasiswa selalu tergoda.mereka menghabiskan begitu banyak hak untuk klik,membuka pintu itu,lalu kembali ke pintu yang memberi uang terbesar,sehingga penghasilan mereka lebih kecil 15% di bandingkan bila mereka membiarkan pintu yang berhadiah kecil itu ciut dan menghilang.
bahkan setelah denda di berlakukan-selain kehilangan hak meng-klik,para pemain juga harus membayar denda-para mahasiswa tetap memilih kehilangan uang untuk mempertahankan agar semua pintu tetap ada.kenapa mereka begitu tertarik dengan pintu tersebut? para pemain,seperti halnya orang tua dari anak-anaknya yang berjadwal terlalu padat,akan mengatakan untuk mempertahankan kesempatan di masa mendatang.tetapi itu bukanlah alasan sebenarnya.mereka menguji motivasi dari para pemaindengan memberlakukan aturan lain.kali ini,meskipun bila pintu menghilang dari layar,pemain dapat memunculkan kembali pintu tersebut kapanpun mereka mau.tetapi meskipun para pemain mengetahui bahwa untuk memunculkan pintu kembalitidak akan di denda,mereka tetap berusaha mencegah pintu itu menghilang.
jelas bahwa mereka tidak mempedulikan fleksibilitas dai masa mendatang.yang memotivasi pemain adalah hasrat untuk menghindari rasa sakit karena melihat pintu berhadiah itu menciut dan menghilang.”melepaskan sebuah pilihan di anggap sebagai kehilangan,dan mereka bersedia membayar untuk menghidari emosi kehilangan,”kata Ariely.dalam eksperimen tersebut,harga yang harus di bayar di ukur dengan jumlah uang yang hilang.dalam kehidupan,harga yang harus kita bayar belum tentu dapat di ukur-waktu yang terbuang,energi ekstra,kesempatan yang terlewat.bila anda takut melepaskan sebuah proyek di kantor,anda akan membayarnya dengan berkurangnya waktu di rumah.kita boleh saja bekerja lebih lama di kantor,”tulis Ariely dalam bukunya,tanpa menyadari bahwa masa kecil anak-anak kit sudah berlalu.”
Ariely,adalah salah seorang ahli terkemuka di bidangnya,tidak berpura-pura bahwa dirinya dapat mengatasi masalah ini.ia mengenang ketika ia berusaha memutuskan tawaran MIT dan stanford,sebenarnyadalam stu hingga dua minggu ia sudah dapat memutuskan,ia dan keluarganya akan bahagia dengan pekerjaan di manapun.tetapi ia menunda proses tersebut hingga berbulan-bulan karena ia terobsesi menimbang-nimbang pilihan.’’saya juga workaholic,”katanya.saya menangani terlalu banyak proyek,padahal akan lebih baik kalau saya fokus.tetapi setiap kali saya mendapatkan ide atau seorang menawarkan kesempatan yang sama,saya tidak ingin melepaskan kesempatan tersebut.”
Jadi apa yang dapat kita lakukan? ia mengmbil banyak contoh dalam perkawinan;”dalam pernikahan,kita menciptakan situasi di mana kita berjanji pada diri sendiri untuk tidak membuka pilihan lagi.kita melepaskan pilihan lain dan mengenakan cincin di jari manis untuk memberi tahu orang lain bahwa kita sudah menutup pilihan”
sejak melakukan eksperimen pintu,kata Ariely,ia berusaha membatalkan proyek-proyek dan memberikan idenya pada rekan-rekanya.ia mendorong kita untuk memikirkan keluarga,hobi dan mengingat pelajaran dari menutup pilihan seperti xiang.bila taktik jenderal ini terasa terlalu kasar,Ariely merekomendasikan model panutan lain.masih inget film Gone With The Wind? Rhett Butler,yang hanya fokus pada satu pilihan,tetapi bertahan di sana,sampai suatu saat yakin bahwa pilihanya salah,dia meninggalkansama sekali.sebaliknya scarlett sama seperti kebanyakan dari kita,takut kehilangan pilihan lain,yang akhirnya justru menimbulkan banyak masalah.
Filed under: sehari-hari , fokus, motivation, pilihan, riset, spirit, strategi, sukses, thoughts, tips








barusan lewat