John Tierney 2007 New York News Service.
Saya adalah pendukung gosip.saya mendukung teori bahwa gosip adalah alasan bahasa di kembangkan.saya kagum kepada peneliti yang percaya bahwa gosip adalah langkah evilusioner besar yang memungkinkan manusia purba hidup damai dalam kelompok besar,mengmbangkan kode moral,membangun peradaban dan akhirnya menjual tabloid gosip.
Tetapi saya sekarang ragu,apakah kita melangkah terlalu jauh,bukan karena saya menonton ”gossip girl”.dalam sebuah makalah mengenai gosip,ahli biologi evolusioner di Jerman dan Austria telah mengidentifikasi kerentanan yang di sebut Chico Marx Paradox.
para peneliti melakukan tes kekuataan gosip,sebuah kekuatan yang telah di puji oleh para ahli beberapa dekade terakhir.Bahasa menurut ahli Antropologi Robin Dunbar,berevolusi karena gosip adalah versi yang lebih efesien dari “kegiatan sosial menyisir rambut” yang penting untuk hidup berkelompok.manusi apurba dan makhluk lain memperkuat ikatan sosial dengan saling membersihkan dan menggaruk,tetapi di lakukan dalam ukuran kelompok terbatas karena tidak cukup waktu untuk menyisir rambut sejumlah besar hewan.kemampuan berbicara memungkinkan manusia berhubungan dengan banyak orang saat berburu dan mengumpulkan makanan.daripada menghabiskan waktu berjam-jam menguraikan rambut yang kusut,meeka berhubungan melalui obrolan yang ramah (”rambutmu tidak kusut hari ini”)atau menyinggung perlaku orang lain (”ya dia seharusnya membagikan buruan secara adil,tapi saya dengar dia menyimpan kedua pahanya”)
Gosip juga mengungkapkan tentang siapa yang dapat di percaya,dan ancaman mendapat reputasi buruk menahan meeka bertindak egois,sehingga kelompok besar bisa bekerjasama dengan damai.terdapat teori:gosip mendorong ”resiprokal tidak langsung” yang memungkinkan perkumpulan masyarakat dan manusia.Untuk menguji hal ini,para peneliti di Max Planck Institute for Evolutionary Biologi dan University of Vienna memberikan sekeping uang 10 euro kapada 126 mahasiswa dan meminta kepada mereka memainkan permainan yang membuat mereka terjebak dalam dilema.dalam tiap putaran,pemain akan saling di pasangkan,dan salah satunya di tawarkan kesempatan untuk memberikan 1.25 euro kepada pasanganya.bila ia setuju,peneliti akan menambahkan bonus 0.75 euro sehingga penerima akan memperoleh 2 euro.Bila pemain pertama menolak memberikan uang ia boleh menyimpan 1.25 euro itu untuk dirinya,tetapi bila orang lain mengetahui sikapnya,mereka juga tidak akan memberikan uang baginya.
Saat permainan berlanjut,para pemain terus bertukar pasangan dan berganti peran pemberi atau penerima.kadang-kadang pemberi di beri tahu tentang apa yang telah di lakukan oleh pasanganya saat memainkan peran pemberi.semakin murah hati pesangan tersebut terhadap pemain sebelumnya,pemberi akan semakin cenderung memberikan sesuatu padanya.kadang-kadang pemberi di sodori gosip tentang pasanganya dari pemain lain.Bila pasanganya di berikan pujian seperti ‘’spendabler spieler” (pemain yang murah hati)-pemberi akan lebih cenderung memberikan uang padanya.tetapi pemberi akan menolak memberikan uang jika ia mendengar gosip ”uebler geizkragen” (pemain yang pelit).seperti yang di duga sebelumnya,gosip mendorong resiprokal tidak langsung.penelitian yang di publikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukan bahwa kebanyakan orang menyampaikan gosip yang akurat dan menggunakanya untuk kepentingan bersama.meeka menghargai prilaku kerja sama meskipun mereka tidak terpengaruh secara langsung oleh prilaku tersebut.
Bila permainan kerjasama seperti ini di lakukan tanpa konsekuensi terhadap reputasi pemain-seperti yang di lakukan eksperimen lain-kebanyakan pemain akan bersikap pelit,dan kerjasama tidak akan terwujud.dalam eksperimen ini,mereka cenderung lebih murah hati,dan secara rata-rata pada akhirnya mengumpulkn uang dua kali lebih banyak dari pada saat memulai permainan.tetapi terapat hasil yang membingungkan dari eksperimen ini.dalam beberapa ronde,tiap pemain di berikan fakta dan gosip.pemain di berikan catatan mengenai prilaku pasanganya sebelumnya serta gosip-gosip positif pada satu ronde,dan gosip negatif pada ronde lainya.peberi di beri tahu bahwa sumber gosip tidak memiliki informasi tambahan selain yang dapat di lihat oleh pemberi sendiri.tetapi gosip,baik positif maupun negatif,memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pemberi,dan tidak maslah apakah sumber gosip sendiri memiliki reputasi yang baik ataupun buruk.secara rata-rata,kerjasama menigkat hingga 20% bila di berikan gosipyang baik,dan menurun hingga 20% bila di berikan gosip yang negatif.
Sekarang mungkin anda berfikir bahwa gosip hanya berpengaruh pada kasus yang sulit-ketika pasangan memilik catatan kemurahan hati yang rata-rata,dan pemberi menerima panduan dari luar untuk membuat keputusan yang sulit.tetapi gosip juga berpengaruh pada situasi lain.meskipun pemain melihat bahwa pasanganya memiliki catatan pelit yang konsisten,ia tetap tergoyah oleh gosip positif untuk memberikan uang bagi pasanganya.atau menolak untuk memberikan uang bagi pasanganya yang sangat murah hati hanya karena kabar burung yang tidak jelas.Hasil ini tidak akan mengejutakan fans ”gossip girl” atau bagi para ahli publikasi yang mencoba menanamkan image tentang kegiatan amal klien tertentu.tetapi hal ini mengejutkan bagi para peneliti,menurut penulis studi utama Raif D.sommerfeld dari Max Planck Institute.Bila anda tahu bahwa anda sudah memiliki semua informasi tentang seseorang,secara rasional,anda tidak akan terlalu peduli tentang apa yang orang lain katakan,”katanya.
jadi kenapa kita masih mempedulikan perkataan orang lain? ”mungkin kita lebih terbiasa mendengar informasi lain dari pada mengamati,karena seringkali kita tidak bisa mengamati bagaimana perlaku orang lain.sehingga kita percayabahwa kita kelewatan sesuatu,yang ada akhirnya lebih mempercayai gosip”katanya.
Filed under: Tak Berkategori , gosip, informasi, masyarakat kita, pengaruh, riset, tahukah anda?, thoughts








barusan lewat