Superkonduktifitas,aliran listrik tanpa hambatan,pernah memukau para ahli fisika.selama hampir 50 tahun,pemikiran yang rumit mencoba memecahkan teka-teki ini.kemudian 50 tahun lalu jawaban muncul dalam jurnal Phsycal Review,dengan judul sederhana,‘‘teori superkonduktifitas”.
Superkonduktifitas di temukan oleh seorang ahli fisika dari belanda bernama Heike Kamerlingh Onnes pada tahun 1911.ia menemukan bila merkuri di dinginkan pada hingga minus 452 deerajat Fahrenheit,sekitar 7 derajat di atas nol absolut derajat,hambatan listrik akan menghilang,dan merkuri menjadi superkonduktor.bagi para ahli fisika,hal ini sangat mengagumkan,seolah-olah mesin yang bergerak tanpa lelah tanpa lapar.arus listrik yang bergerak mengelilingi cincin merkuri pada suhu 7 derajat di atas nol absolut derajat akan bergerak terus,selamanya.fenomena ini menentang intuisi dan tak dapat di jelaskan.setelah menemukan relatifitas spesial dan umum,Albert Einstein mencoba memperbaiki teori superkonduktifitas meskipun gagal.Werner Heisenberg,ahli fisika yang menemukan ”the Heisenberg uncertainty principle”,berusaha memecahkan masalah tersebut,begitu juga pelopor mekanik kuantum seperti Niels Bohr dan Wolfgang Pauli.Felix Bloch,ahli teori lain,dengan bercanda menyimpulkan:semua teori superkonduktifitas dapat di sangkal.Daftar kegagalan panjang ini tidak di ketahui oleh Leon N.Cooper.pada tahun 1955,ia baru saja menerima gelar Ph.D.dan sedang meneliti bidang fisika teoritikal di Institute for Advanced Study di Princeton di mana ia bertemu John Bardeen,seorang ahli fisika yang terkenal karena menemukan transistor.Bardeen,yang baru saja menyelesaikan penelitian transistor di Bell labs,ingin merekrut Cooper untuk penelitian besar terbarunya:memcahkan teori superkonduktifitas.”saya berbincang-bincang sebentar dengan John” kata Cooper,dan dia berkata,”kau tahu ini adalah masalah yang sangaty menarik.” saya menjawab,’’saya tidak tahu banyak tentang hal ini”,katanya ‘’saya akan mengajarimu.” Ia tidak mengatakan bahwa hampir semua ahli fisika terkenal pada abad 20 telah mencoba memecahkan masalah ini dan gagal.” Bardeen sendiri telah mlakukan dua penelitian yang tidak berhasil.Cooper sangat bersukur karena Bardeen tidak berterus terang,karena mungkin saya ragu-ragu untuk bergabung.” Cooper tiba di University of Illionis pada bulan september 1955.dalam waktu kurang dari dua tahun,ia Bardeen dan J.Robert Schrieffer,seorang mahasiswa pascasarjana,memecahkan teka-teki yang rumit ini.jawaban mereka di sebut sebagai teori BCS sesuai inisial nama belakang mereka:Bardeen,Cooper dan Schrieffer.pencapain luar biasa mereka di hargai hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1972,dan penemuan ini sangat mempengaruhi para ahli teori yang mencoba menjelaskan partikel fundamental.teori ini juga di aplikasikan pada topik-topik seperti ke dinamisan neutron bintang.pada bulan desember 1956,Cooper naik kereta api selama 17 jam ke New York City.ia menghabiskan bulan pertama mengaplikasikan teorinya pada persamaan. ‘’saya berhasil,saya berhasil,saya berhasil dan saya tak tahu harus berbuat apa,” katanya.’’saya merasa tidak begitu pintar lagi.Di kereta api Cooper membuang kalkulasinya yang gagal. ‘’saya terus berfikir,saya tahu ini adalah masalah sulit,tetapi terlihat begitu sedarhana”,katanya.para ahli fisika berpendapat bahwa elektron dalam konduktor normal sebagai lapisan terasa salah satu ”laut fermi”,di ambil dari nama enrico farmi,yang masih merumuskan teori tersebut di University of Chicago.Cooper menyadari bahwa hanya elektron di lapisan atas laut fermi yang terpenting.”lakukan efek kecil,maka anda akan memperoleh superkonduktor,” katanya.saat ia memecahkan masalah tersebut pada beberapa bulan berikutnya,Cooper menyadari bahwa elektron-elektron tidak hanya saling tarik menarik seperti yang di tunjukan Pines,tetapi juga berpasangan.sekarang seolah-olah superkonduktifitas bergantung pada pasangan-pasangan elektron-elektron ini,yang di sebut pasangan Cooper.terbalik dengan asumsi sebelumnya,elektron yang berpasangan tidak berdekatan tetapi terpisah jauh,dengan banyak elektron di tengah-tengah.banyaknya pasangan yang menimpa menimbulkan kalkulasi kacau balau.setahun setelah perjalanan Cooper,Schrieffer berangkat ke New York untuk menghadiri konfrensi ilmiah.pada saat bersamaan,Bardeen berangkat ke Stockholm untuk menerima hadiah Nobel pertamanya,untuk penemuan transistor)Schrieffer telah mencoba pendekatan statistik untuk memecahkan masalah pasangan Cooper.di Subway,ia menulis jawabanya,yang ternyata sangat sederhana.pasangan Cooper pada dasarnya bergabung menjadi gumpalan besar yang bergerak bersama,dan rentang energi mencegah terlepasnya tiap pasangan.Schrieefer memberikan analogi sebaris pemain seluncur es yang saling merangkul.”bila seorang peluncur menabrak gundukan,peluncur tersebut di dukung oleh peluncur lain yang bergerak bersama,” katanya.kembali ke Illionis,ia menunjukan apa yang telah di tuliskan pada Cooper dan kemudian pada Bardeen.Bardeen yakin atas jawaban tersebut.pada bulan februari 1957,ketiga orang tersebut memuat makalah mereka,hanya menjelaskan ide dasar mereka pada Physical Review.makalah mereka yang lebih panjang dan lengkap baru di cetak pada bulan Desember 1957.sebuah misteri besar terpecahkan berkat kegigihan,juga berkat ketidak tahuan bahwa misteri tersebut sebelumnya telah menjegal hampir semua ahli fisika di jamanya.
barusan lewat