Djoki 3in1.com

Icon

lahir dan mati di jalanan

lindungi anak anda

JAKARTA, KOMPAS.com — Efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia masih terkendala sikap masyarakat dan instansi pemerintah yang belum memiliki keberpihakan terhadap persoalan anak.

Saat ini masih sedikit departemen, menteri, pejabat eselon yang mau berpartisipasi dalam membantu memecahkan permasalahan anak,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari di Jakarta. Padahal jumlah anak mencapai 30 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta atau sekitar 80 juta jiwa. Ia mengatakan, dari 80 juta anak tersebut setidaknya 25 persen telah terpapar berbagai persoalan kehidupan, seperti kejahatan seksual, narkoba, perdagangan manusia, dampak informasi teknologi, dan sebagainya. “Padahal 100 persen dari jumlah anak-anak di Indonesia adalah cikal bakal keberlangsungan negara ini sehingga selagi usia dini harus mendapat perlakuan layak,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, anak rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitarnya dan saat ini sudah banyak anak yang terpapar, baik sebagai pelaku, maupun korban kejahatan yang telah merusak anak. Ia mengatakan, partisipasi dalam perlindungan anak diberikan, baik terhadap anak yang sudah terpapar, maupun anak-anak yang masih berada dalam perhatian keluarga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. “Kepedulian media yang termasuk dalam unsur masyarakat bisa diimplementasikan melalui pemberitaan tentang anak secara rutin, baik pemberitaan terhadap anak yang terpapar, maupun yang berprestasi,” katanya. Ia mencontohkan, kemajuan teknologi informasi di satu sisi telah memberikan pengaruh buruk karena anak-anak menjadi mudah pergi ke internet melihat gambar porno. KPAI ingin segera menjembatani masalah-masalah anak yang terpapar kejahatan dan pengaruh dunia orang dewasa. “Kami melihat paling penting dilakukan adalah ketahanan keluarga. Konsep ketahanan keluarga ini dengan memberikan parenting skill (keterampilan orangtua),” katanya. “Selain itu, mengembalikan pelajaran budi pekerti yang sudah dihapuskan dari kurikulum sekolah dan menumbuhkan kearifan lokal yang dimiliki tiap-tiap daerah,” tambahnya

Filed under: sehari-hari , , , , , , , ,

Photobucket
No Smoking

para pencari Djoki

  • 14,045 kali naik

twitter

  • Anda adalah yang anda pikirkan 3 weeks ago
  • Orang yang menonjol-nonjolkan keturunanya adalah orang yang tidah sanggup (mampu) berusaha sendiri untuk menjadikan dirinya besar. 4 months ago
  • Hindarilah makan kekenyangan,karena kekenyangan menyebabkan malas shalat,merusak pencernaan dan penyebab bermacam-macam penyakit (ulama) 4 months ago
  • Abdullah bin abbas r.a berkata.ilmu itu di dapat melalui lidah bagi orang yang gemar bertanya dan melalui akal bagi orang yang suka berfikir 4 months ago
  • Tragedi dunia yg sesungguhnya bukanlah konflik antara yg benar & yg salah,tapi konflik di antara dua hal yg sama-sama benar (hebbel) 4 months ago
  • jangan pernah mempercayai apapun dalam politik sampai hal itu resmi di ingkari (otto von bismarck 1819-1998,pemimpin jerman) 5 months ago
  • kebesaran suatu bangsa tidak di ukur dengan luas wilayah dan banyak penduduknya,tetapi dengan watak,mental dan kepribadian bangsanya. 5 months ago
  • tragedi kehidupan terjadi ketika kita tua lebih awal dan terlambat menjadi orang yang bijaksana (benjamin franklin 1706-1790) 5 months ago
  • buku harus menjadi kapak untuk mencairkan lautan beku dalam diri kita (franz kafka 1883-1924) penulis austria kelahiran cekoslowakia. 5 months ago
  • cape..abis jalan-jalan ke depok..ketemu sama anak-anak begajul...hahaha 5 months ago

yang lagi melintas

tracker
Add to Technorati Favorites


My blog is worth $2,822.70.
How much is your blog worth?

arsip si Djoki

SocialVibe


lagi ngetop

Email Subscription

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.