Djoki 3in1.com

Icon

lahir dan mati di jalanan

antara iran dan indonesia

dua perbedaan yang sangat mencolok

.Jakarta – Iran menggantung 20 pengedar narkoba pada Sabtu 4 Juli 2009. Dari 20 orang itu disita sekitar 700 kg heroin, kokain dan opium.

Para pengedar narkoba itu dieksekusi di suatu penjara di Kota Karaj, sebelah barat Teheran setelah dinyatakan bersalah akibat membeli, menjual dan memiliki berbagai macam narkoba, seperti dilaporkan kantor berita Iran IRNA yang dilansir dari Reuters , Minggu (5/7/2009).

Sehari sebelumnya pada Jumat 3 Juli, Iran mengeksekusi 12 terpidana mati. Pembunuhan, perzinahan, pemerkosaan, perampokan dengan kekerasan, dan pengedaran narkoba bisa terancam hukuman mati di Iran yang menganut hukum Islam itu.

Apa yang dilakukan Iran terhadap pengedar narkoba, lantaran negara Mullah itu berbatasan langsung dengan Afghanistan sekitar 900 km. Jalur sepanjang itu digunakan sindikat jaringan narkoba untuk menyelundupkan candu dari bunga opium. Diperkirakan sekitar lebih dari 2 juta dari 70 juta warga Iran menggunakan narkoba.

Kelompok HAM Amnesty International tahun 2008 memasukkan Iran dalam urutan kedua negara yang sangat mudah mengeksekusi terpidana setelah China. Sekitar 346 orang dieksekusi di Iran tahun lalu. Mudahnya Iran mengeksekusi terpidana itu juga mendapat kritikan kelompok-kelompok HAM dunia Barat.

Namun Iran punya dalih apa yang dilakukannya hanya menjalankan hukum syariat Islam. Iran juga menolak tuduhan melanggar HAM, dan menuduh balik dunia Barat yang mempunyai standar ganda dan hipokrit (munafik).

sementara di indonesia boro-boro ngehukum gantung mau nangkep aja alat deteksinya rusak.

Bandar Lampung – Maraknya peredaran psikotropika jenis ganja menjadi persoalan tersendiri bagi kota pelabuhan. Begitu juga dengan Provinsi Lampung yang menjadi pelabuhan sebagai transit antar pulau.

“Provinsi Lampung sebagai wilayah transit memang sangat strategis. Kita lebih waspada di wilayah pelabuhan supaya jangan sampai menjadi pintu masuk atau keluarnya narkotika terutama ganja,” kata Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Polisi Ferial Manaf.

Hal itu disampaikan Ferial di kantornya, Jl MT Haryono, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (4/7/2009).

Pencegahan tersebut, menurut Ferial, salah satunya dengan menggunakan alat
pendeteksi jenis psikotropika sejenis ganja, heroin, atau lainnya.

Sementara Kapolres Lampung Selatan AKBP Umardani membenarkan adanya
penggunaan alat tersebut di pelabuhan Bakauheni. Hanya saja, alat tersebut
kini telah mengalami penurunan sensitifitas.

“Kini kemampuan alat untuk mendeteksi tidak bekerja 100 persen lagi, tapi hanya tinggal 60 persen,” jelas Umardani.

Alat yang diperoleh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sekitar lima tahun lalu itu juga sempat beberapa kali mengalami kerusakan.

“Kita sudah menyurati ke BNN dan BNP (Badan Narkotika Provinsi), tapi hingga kini Alhamdulillah belum mendapat jawaban,” ungkapnya.

Kekhawatiran akan lolosnya para distributor ganja semakin bertambah memasuki pertengahan tahun ini. Hal itu disebabkan, mulai tengah tahun sampai akhir tahun para petani ganja mulai memasuki masa panen.

“Melihat periodik waktunya, mulai bulan Juli hingga akhir tahun biasanya akan meningkat karena di sana (Aceh) sedang memasuki masa panen,” paparnya.

Pada tahun 2008, sebanyak 1,6 ton ganja berhasil diamankan Polres Lampung Selatan. Sebanyak 12 telah dietapkan sebagai tersangka, 8 di antaranya divonis mati. Sedangkan tahun 2009, sebanyak 1,8 ton ganja berhasil diamankan pada 7 Juni 2009. 2 orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini, keduanya sebagai pengemudi dan kenek mobil pengangkut.

“Biasanya mereka menutupinya dengan berbagai macam buah atau barang-barang
lainnya,” pungkasnya.

pantes aje ye jakarta jadi pasar ganja.

Filed under: sehari-hari ,

Leave a Reply

Add to Technorati Favorites


My blog is worth $2,822.70.
How much is your blog worth?

arsip si Djoki

SocialVibe


lagi ngetop

Email Subscription

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.