VIVAnews – Flu babi mulai menjadi momok menakutkan buat warga Tangerang. Seorang warga Modernland, Kota Tangerang berinisial RP, 22 tahun meninggal dunia diduga karena suspect flu babi atau virus H1N1.
Korban tewas setelah menjalani perawatan satu setengah jam di Rumah Sakit Umum Tangerang, 8 Juli 2009, sekira pukul 19.40 WIB.
Tidak lama setelah meninggal, untuk menghindari pemberitaan yang meluas, korban yang merupakan anak mantan Direktur Umum Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang segera disalatkan di RSU Tangerang dan langsung dibawa ke Sukabumi untuk makamkan.
Korban merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten. Dia dirujuk dari Rumah Sakit Mayapada, Modernland Kota Tangerang.
Akibat penyakit itu korban telah menjalani perwatan selama enam hari. Tapi tidak ada perubahan yang lebih baik.
Rosita, salah seorang kerabat korban mengatakan, gejala yang dialami korban mirip dengan flu babi. Dikatakannya, korban mengalami demam dan panas yang sangat tinggi.
Akan tetapi, pihaknya tidak bisa memastikan korban terserang flu babi. “Kami serahkan semuanya kepada hasil laboratorium Depkes atau tim dokter yang menangani korban,” ujar Rosita.
Wakil Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah yang juga masih kerabat korban turut berbela sungkawa atas musibah yang dialami korban dan keluarganya.
Arief mengaku mendapat informasi bahwa dugaan penyakit yang diderita korban menurut rujukan rumah sakit adalah karena diduga terjangkit flu babi.
“Informasinya seperti itu. Tapi, kepastiannya adalah hasil pemeriksaan labolatorium,” ujarnya.
Sementara itu, dokter jaga ICU RSU Tangerang, Rifki mengatakan, pihaknya menerima rujukan suspect flu burung atau H5N1 dari RS Mayapada.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, korban sempat di ruang isolasi flu burung RSU Tangerang.
“Belum bisa disimpulkan hasilnya. Karena saat ini sampel darah korban masih diperiksa di lab RSPA Jakarta,” jelasnya, Kamis 9 Juli 2009.
Filed under: sehari-hari





barusan lewat