Lynda gratton,2007 harvard shcool publishing.
lynda gratton adalah profesor manajemen di london business shcool dan seorang pengarang.
karya terbarunya adalah “hot spots: why some team,workplaces and organizations buzz with energy-and others dont”
Dalam lingkungan kerja yang terkait banyak pihak,bekerja dengan orang lain secara global dan produktif,aakan mendorong keefektifan perusahaan dan pribadi.para karyawan dalam tim bekerja sama dalam menangani proyek-proyek,kerja sama yang nyata dengan rekan kerja lain dan klien-klien mereka,atau dalam sebuah kombinasi ad hoc.
selama lima tahun saya telah menguji praktek-praktek seperti ini di banyak perusahaan seperti nokia,linux,goldman sachs dan britis petroleum.saya mendapati bahwa walaupun hampir semua perusahaan telah memahami nilai penting sebuah teamwork,masih ada praktek-praktek yang merugiakan perusahaan.
ada sebuah perbedaan yang retorik dan persaingan yang nyata.bagaimana perbedaan ini dapat di atasi?
penelitian saya mengungkap empat hal krusial berikut:
1. REKRUT UNTUK KERJA SAMA YANG BAIK.
perusahaan dengan pola pikir kooperatif akan mencari orang-orang yang juga mampu bekerjasama dengan baik dan kompetitif.di goldman sachs,sebuah bank investasi,ada sekitar 60 karyawan senior yang melakukan wawancara ini.wawancara tidak berfokus pada kecerdasan,namun untuk melihat apakah bakat dan ambisi para kandidat ini di sertai keinginan intik bekerja sama dengan baik.
sebagai perusahaan yang kokoh dan highly-profitable,Goldman sachs memiliki banyak sumber daya untuk melakukan wawancara dan diskusi tersebut.namun perusahaan-perusahaan dengan sumber daya yang terbatas juga dapat menerapkan praktek-praktek berikut:
a).lakukan peninjauan ulang sistem penilaian kompetisi para kandidat.apakah kemampuan kerjasama dalam sebuah tim,menangan masalah dan kemampuan berbagi pengetahuan telah masuk dalam sistem penilaian kompetensi ini?
b).libatkan orang-orang yang kooperatif dalam perekrutan karyawan.(riset menunjukan bahwa para manajer cenderung merekrut kandidat yang mirip dengan image mereka.
c).perlihatkan skenario kehidupan kerja nyata bagi mereka.tanyakan bagaimana mereka akan meresponinya.
2.ADAKAN PRAKTEK YANG MEMUPUK KERJA SAMA
pada beberapa minggu pertama setelah bergabung dalam sebuah perusahaan,budaya dan kebiasaan dalam perusahaan tentu masih menjadi hal yang sangat sensitif bagi karyawan baru ini.namun implementasi prosedur akan mempercepat tumbuhnya kerjasama.
Di munggu-minggu awal di sebuah perusahaan telepon seluler finlandia,Nokia,seorang karyawan baru di perkenalkan sedikitnya enam tim anggota tim proyeknya dan enam orang lainya di luar tim tersebut.
hal tersebut akan memacu tumbuhnya hubungan kerja yang baik di samping mendukung sebuah kerjasama,baik dengan rekan-rekan satu tim proyeknya dan enam orang lainya di luar tim tersebut.
Apa yang dapat di lakukan perusahaan anda untuk mendukung tumbuhnya sebuah kerjasama melalui proses yang ada?
a).pikirkan karyawan-karyawan baru pada minggu-minggu pertama mereka.siapa yang harus mereka temui? posisikan seseorang untuk bertanggung jawab dalam menolong mereka menjalin hububungan dengan karyawan lainya.
b).jika karyawan baru ini di tuntut untuk bekerja sama dengan baik,pastikan bahwa para pembimbing mereka bertanggung jawab untuk mendorong mereka melakukan hal ini.
3.DUKUNG SISTEM MENTORING
Dari sekian banyak praktek human resources yang saya pelajari,salah satu hal yang terpenting yang menghubungkan orang-orang berkemampuan kerjasama yang tinggi dengan bawahan mereka adalah sistem mentoring.hal ini akan membuahkan hasil yang luar biasaketika kedua belah pihak melakukanya dengan sukarela di mana para ekskutif senior meluangkan waktu mereka untuk menjadi mentor yang baik.
untuk membuat sistem mentoring menjadi pendorong tumbuhnya kerjasama di perusahaan anda.
a).promosikan sistem mentoring dan latih orang-orang untuk menjadi mentor yang baik,namun biarkan kedua belah pihak melakukan dengan sukarela.
b).dukung para eksekutif senior untuk membimbing bawahanya yang kurang berpaengalaman,baik bawahannya dalam satu tim ataupun dari tim proyek yang lain.hal ini akan menimbulkan kesan kuat bahwa kemampuan seseorang sangat di hargai di perusahaan ini.
4.PASTIKAN BAHWA MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN MENGHARGAI KERJASAMA YANG BAIK.
bila sebuah manajemen kinerja dalam perusahaan ingin menmbuhkan budaya kerjasama,proses-proses yang di lakukan harus saling mendukung dan dapat menilai bentuk-bentuk kerjasama yang di lakukan.contohnya adalah program peer challenge dari BP.lebih dari 100 unit bisnis BP di bagi 12 kelompok.ketua unit di setiap kelompok bertemu untuk mendiskusikan periode penilaian sebelumnya.mereka yang telah unggul dalam targetberbagi rahasiaatau cara untuk mereka untuk mencapai target tersebut.lalu mereka mulai mengadakan diskusi dengan rekan-rekan kerja yang belum berhasil agar mereka juga dapat mencapai target yang sama.akhirnya para pemimpin unit bisnis masing-masing peer group mengembangkan target bagi masing-masing unit bisnis,yang kemudian di ajukan oleh para pemimpin unit ke atasan mereka.
Di akhir periode penilaian berikutnya,tiap unit bisnis di nilai berdasarkan kinerja mereka dan berdasarkan penilaian orang-orang dari unit lainya dalam peer group yang sama.apa yang ingin di capai tim ini?Tanggung jawab kelompok.
untuk menilai seberapa baik proses manajemen kinerja di perusahaan anda mendorong tumbuhnya sebuah kerjasama,tanyakan diri anda hal-hal berikut:
a) apakah proses manajemen kinerja ini memungkinkan sesama rekan kerja mendiskusikan kinerja mereka dan saling belajar,ataukah proses ini adalah sebuah hirarki?
b).apakah tindak lanjut proses manajemen kinerja ini? apakah tindak lanjut ini mendukung proses-proses lainya juga?
c).bagaimana proporsi pengakuan dan penghargaan di berikan karyawan atau unit yang mencapai target,dan bagaimana proporsi ini di berikan dalam menghargai kerjasama dalam sebuah tim maupun dengan tim lainya?
tidak satupun implementasi hal-hal di aatas dapat terjadi dalam sekejap.namun berssama-sama mereka dapat menghasilkan sebuah kolaborasi yang nyata.
barusan lewat